|
 | Welcome | Apr 15, 2005 |
hidup ini tidak nyata hanya fatamorgana none lovestory.wmv (1.9 MB)
|  | kumpulan foto jogjakarta seabad yang lalu |

Howard Gardner, a researcher from Harvard, has identified 8 different types of intelligences. We all have these different intelligences ------ in varying degrees. Whereas IQ focuses primarily on logical and verbal intelligences, his measures look at the broader array of intelligences.
Gardner outlined the following intelligences:
- Logical Intelligence: Ability to think logically and comfort with math and numbers
Professions: Engineering, research, mathematics, science Geniuses: Isaac Newton, Marie Curie
- Linguistic Intelligence: Ability to use words and language effectively
Professions: Journalism, writing, poetry Geniuses: William Shakespeare, Emily Dickenson
- Visual/Spatial Intelligence: Ability to create vivid mental pictures and images
Professions: Painting, inventing, architectures, mechanical work Geniuses: Picasso, Georgia O'Keeffe
- Musical/Rhythmic Intelligence: Ability to appreciate and to produce music
Professions: Music, DJing, singing Geniuses: Mozart, Janet Jackson
- Bodily-kinesthetic Intelligence: Ability to control bodily movements
Professions: Athletics, dancing, acting Geniuses: Tiger Woods, Venus and Serena
- Interpersonal Intelligence: Ability to understand and to get along well with others
Professions: Sales, counseling, politics Geniuses: Abraham Lincoln, Queen Elizabeth I
- Intrapersonal Intelligence: Ability to understand oneself
Professions: Philosophy, research Geniuses: Socrates, Lao-tzu
- Naturalist Intelligence: Ability to classify and use the environment
Professions: Farming, gardening, geology Geniuses: Darwin, Gerge Washington Carver
Find Our Genius! To discover our genius, we strongly believe that we need to identify our unique gifts (i.e., intelligences) and guide our actions to fully develop those abilities that are unique to us.
IQ wasn't the reason for Michael Jordan's genius----that was his kinesthetic intelligence. IQ wasn't the reason for Mozart's genius----that was his musical intelligence. IQ wasn't the reason for Lincoln's genius----that was his interpersonal and intrapersonal genius.
What do all of these "geniuses" have in common?
Much more than their IQ, we'd say they all discovered and then developed their unique intelligences. They focused on what they were good at (their genius) and they worked extremely hard to reach their potential.
Another thing we would guess that they all have in common: They love doing what it is they do so much that they would probably do it for free. When we feel that strongly about what we're doing, that's usually a good sign we're on our way to experiencing our genius.
What are our unique gifts? What do we love to do?
Here's a thought: What would we do if we won the lottery? Most Americans would quit their jobs. Not the aspiring geniuses. They'd keep on doing exactly what they're doing. Find our unique gifts. Find what we love. Focus on that.
Experience OUR genius.
-Brian Johnson
P.S. for Parents: The same theory holds true with our kids!
We have had the opportunity to work with kids and, from our experience, the same theories hold true.
Our advice: Don't try to put pressure on our kids to do the things we think they should be good at. Watch what they naturally excel at------the activities they truly love.
Guess what? That's their genius. Nurture that. Develop it.
Again, we all have our own unique genius. Don't make our kids (or ourself!) feel inadequate because they may not have the highest IQ in the world. Praise and develop their gifts. Amazing things will happen............A genius will be discovered!
Success is the ability to go from one failure to another without losing enthusiasm. Sir William Churchill   Menjadi karang-lah, meski tidak mudah. Sebab ia 'kan menahan sengat binar mentari yang garang. Sebab ia 'kan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah. Sebab ia 'kan melawan bayu yang keras menghembus dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan. Sebab ia 'kan menahan hempas badai yang datang menggerus terus-menerus dan coba melemahkan keteguhannya. Sebab ia 'kan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus.Sebab ia 'kan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad, tanpa rasa jemu dan bosan.
Menjadi pohon-lah yang tinggi menjulang, meski itu tidak mudah. Sebab ia 'kan tatap tegar bara mentari yang terus menyala setiap siangnya. Sebab ia 'kan meliuk halangi angin yang bertiup kasar. Sebab ia 'kan terus menjejak bumi hadapi gemuruh sang petir. Sebab ia 'kan hujamkan akar yang kuat untuk menopang. Sebab ia 'kan menahan gempita hujan yang coba merubuhkan. Sebab ia 'kan senantiasa berikan bebuahan yang manis dan mengenyangkan. Sebab ia 'kan berikan tempat bernaung bagi burung-burung yang singgah di dahannya. Sebab ia 'kan berikan tempat berlindung dengan rindang daun-daunnya.
Menjadi paus-lah, meski itu tak mudah. Sebab dengan sedikit kecipaknya, ia akan menggetarkan ujung samudera. Sebab besar tubuhnya 'kan menakutkan musuh yang coba mengganggu. Sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut dan seisinya.
Menjadi elang-lah, dengan segala kejantanannya, meski itu juga tidak mudah. Sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya langit. Sebab ia harus melanglang buana untuk mengenal medannya. Sebab ia harus melawan angin yang menerpa dari segala penjuru. Sebab ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh. Sebab ia harus kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya. Sebab ia harus menukik tajam mencengkeram mangsa. Sebab ia harus menjelajah cakrawala dengan kepak sayap yang membentang gagah.
Menjadi melati-lah, meski tampak tak bermakna. Sebab ia 'kan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan. Sebab ia begitu putih, seolah tanpa cacat. Sebab ia tak takut hadapi angin dengan mungil tubuhnya. Sebab ia tak ragu hadapi hujan yang membuatnya basah. Sebab ia tak pernah iri melihat mawar yang merekah segar. Sebab ia tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi. Sebab ia tak pernah rendah diri pada anggrek yang anggun. Sebab ia tak pernah dengki pada tulip yang berwarna-warni. Sebab ia tak gentar layu karena pahami hakikat hidupnya.
Menjadi mutiara-lah, meski itu tak mudah. Sebab ia berada di dasar samudera yang dalam. Sebab ia begitu sulit dijangkau oleh tangan-tangan manusia. Sebab ia begitu berharga. Sebab ia begitu indah dipandang mata. Sebab ia tetap bersinar meski tenggelam di kubangan yang hitam.
Menjadi kupu-kupulah, meski itu tak mudah pula. Sebab ia harus melewati proses-proses sulit sebelum dirinya saat ini. Sebab ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan. Sebab ia bersembunyi dan menahan diri dari segala yang menyenangkan, hingga kemudian tiba saat untuk keluar.
Karang akan hadapi hujan, terik sinar mentari, badai, juga gelombang. Elang akan menembus lapis langit, mengangkasa jauh, melayang tinggi dan tak pernah lelah untuk terus mengembara dengan bentangan sayapnya. Paus akan menggetarkan samudera hanya dengan sedikit gerakan. Pohon akan hadapi petir, deras hujan, silau matahari, namun selalu berusaha menaungi. Melati ikhlas 'tuk selalu menerima keadaannya, meski tak terhitung pula bunga-bunga lain dengan segala kecantikannya. Kupu-kupu berusaha bertahan, meski saat-saat diam adalah kejenuhan. Mutiara tak memudar kelam, meski pekat lingkungan mengepungnya di kiri-kanan, depan dan belakang.
Tapi karang menjadi kokoh dengan segala ujian. Elang menjadi tangguh, tak hiraukan lelah tatkala terbang melintasi bermilyar kilo bentang cakrawala. Paus menjadi kuat dengan besar tubuhnya dalam luas samudera. Pohon tetap menjadi naungan meski ia hadapi beribu gangguan. Melati menjadi bijak dengan dada yang lapang, dan justru terlihat indah dengan segala kesederhanaan. Mutiara tetap bersinar dimanapun ia terletak, dimanapun ia berada. Kupu-kupu hadapi cerah dunia meskipun lalui perjuangan panjang dalam kesendirian.
Menjadi apapun dirimu…, bersyukurlah selalu. Sebab kau yang paling tahu siapa dirimu. Sebab kau yakini kekuatanmu. Sebab kau sadari kelemahanmu.
Jadilah karang yang kokoh, elang yang perkasa, paus yang besar, pohon yang menjulang dengan akar menghujam, melati yang senantiasa mewangi, mutiara yang indah, kupu-kupu, atau apapun yang kau mau. Tapi, tetaplah sadari bahwa kamu adalah hamba.
"Ignis aurum probat, miseria fortes viros." - Fire tests gold  Ya Tuhan, ampuni aku
Seorang lelaki berwajah lugu memasuki sebuah café. Dilihatnya seorang wanita yang sangat cantik duduk sendirian. Lelaki tersebut mendekatinya dan menyapanya, "Halo, aku traktir ya. Mau kan?" "Boleh aja," jawab si wanita, "Tapi jangan mengharapkan apa-apa ya," lanjutnya. "Lho kenapa?" tanya si lelaki. "Karena aku lesbian," jawabnya. "Apa? Kamu orang Libanon?" "Kamu tidak tahu lesbian itu apa?" Si lelaki menggeleng. "Begini," si wanita berusaha menerangkan. "Kamu lihat perempuan manis si seberang sana? Aku akan berkencan dengannya, menciuminya dan bercinta dengannya sepanjang malam." Si lelaki berwajah lugu tersebut tiba-tiba menundukkan kepala dan terisak-isak. "Kamu kenapa?" tanya si lesbian. Si lelaki mengangkat kepalanya dan berkata, "Ya Tuhan, ampuni aku. Kayaknya aku lesbian juga deh...."
Colek pantatnya
Seorang majikan curhat sama supirnya yang bernama Didin mengenai istrinya yang tidak bergairah.
Majikan : "Din, gimana caranya ya agar istri bergairah?"
Didin menjawab : "Ah gampang, tepuk pantatnya Pak, pasti istri Bapak akan terangsang."
Sore harinya setelah pulang kantor sang majikan mengikuti saran Didin. Begitu melihat istrinya lagi asyik memasak, ditepuknya pantat istrinya...
Plaak! Tanpa menoleh istrinya berkata : "Ah, kau Din, jangan sekarang. Besok malam aja."
Bertahanlah sayang.....Aku mencintaimu juga Seorang napi kabur dari penjara setelah dipenjara selama 15 tahun. Dalam perjalanan kabur, dia menemui sebuah rumah dan mendobrak masuk ke dalam rumah itu untuk mencari uang dan senjata. Akan tetapi yang dia temukan hanyalah sepasang suami istri muda yang sedang tidur di atas ranjang.
Napi itu memerintahkan si suami turun dari ranjang dan mengikatnya di kursi. Kemudian sambil mengikat si istri ke ranjang, napi itu mencium lehernya, lalu bergegas ke kamar mandi.
Sementara si napi berada di kamar mandi, sang suami berbisik ke istrinya: "Yang, org ini napi yg kabur dr penjara. lihat saja baju yg dipakainya. Dia mungkin sudah lama dipenjara dan belom pernah melihat wanita dalam waktu yg lama. Aku lihat bagaimana tadi dia mencium lehermu. Jika dia ingin berhubungan seks denganmu, jangan tolak, jangan mengeluh, lakukan saja sesuai keinginan dia, berikan dia kepuasan. Orang ini berbahaya, jika dia marah, dia bisa membunuh kita. Jadi bertahanlah sayang..Aku mencintaimu.."
Balas sang istri,"Dia tidak mencium leherku, tapi dia berbisik ke telingaku. Dia bilang dia homo dan menurutnya kamu seksi sekali, dan dia bertanya apa kita ada krim di kamar mandi. Bertahanlah sayang. Aku mencintaimu juga..."
"hawyat pegat ngudiyo rongin budyayu, margane suka basuki, dimen luwar kang kinayun, kalising panggawe sisip, ingkang taberi prihatos"
"endlessly seek for the depth of wisdom , the way to the truesty joy, for all wishes sall come true, untouched by all evil deeds, persistently practise the humble walk of life"
" jangan putus memburu relung keluhuran budi, ialah jalan menuju kesejahteraan sejati, agas terlaksana segala harap, serta lepas dari segala godaan, maka jalanilah laku prihatin tanpa putus asa"
R.Ng. Ranggawarsita ( dari serat Sabda Jati ) hihihihi yak benar....
Saya tinggal di rumah kos sejak hampir tiga tahun yang lalu,setelah lulus kuliah dan kemudian marantau untuk menjadi seorang buruh migrant di Cikarang.
Alamatnya di Jalan Inspeksi KalimalangPekayon Jaya Bekasi Selatan, kalau mau main , telpon dulu yah , biar gak tersesat.
Rumah Kos ini memang unik, secara turun temurun sejak berdiri sering menjadi pilihan dari orang orang di pabrikku, sekarang saja terdapat 10 orang yang bekerja se pabrik denganku he he he, kebayang kan kalau kesiangan semua.
Total luas kurang lebih 800 meter persegi, dengan model kamar kamar yang mengelilingi rumah induk, semua 44 kamar, rata rata dihuni oleh buruh buruh migran semua kekeke, walaupun ada suster , dan juga karyawan kantor ,serta guru tk yang kos di situ juga.
Dengan biaya kos 200 ribu rupiah sebulan , hmmm sangat murah untuk ukuran kos di bekasi barat, dan cukup lumayan untuk bangunan tua itu, yah ngitung itung ngirit sehingga bisa beli rumah beneran besok hehehe.
Maka dengan referensi teman pabrik lah saya suatu malam sekitar bulan september 2002 datang, dan bertanya
"slamat malam, bisa ketemu dengan Ibu Pon ( nama pengurus nya - red ) saya Aji, teman saya Markus pasti sudah beri tau kalau saya mau kos disini " Ingat sekali aku membawa carrier 40 liter di pundak
"oooohhh ya ya kamu dapat kamar di sebelah markus saja "
begitu terima kunci dan masuk ke kamar , waks hwarakadaaaaahhh kos itu kosong plong blong tong alias kosong song
walah walah, untunglah Ibu Pon tadi datang membawa kasur busa yang di bungkus plastik dan sprei yang total di hargai 200 ribu juga, dan dicicil 4 kali hehehehehe
dam akhirnya saya menjadi keluarga rumah kos tersebut ( maaf tidak ada namanya - red ), kenapa saya sebut keluarga, hmmmm ya ya ya memang serasa rumah sendiri, di kos tersebut rasa kekeluargaan , sangat terasa, tidak seperti kos di tempat lain yang terkesan individualis, hal ini lah yang juga membuat saya betah di sana.
Nhaaaa ini cerita tentang hantunya, konon dulu di pojok bangunan adalah kuburan dari anak perempuan pemilik tanah terdahulu, duh orangnya cantik, meninggal di kala remaja, berambut lurus panjang sebahu tidak terlalu kurus atau gemuk, proposionil lahhhh, dia mendiami kamar nomor dua, hihihi , sering kali bantal dan guling nya mbak Nur ( ini manusia penghuni kamar no 2 ) terlihat bergoyang sendiri atau pindah posisi seperti habis di pakai, demikian akunya ...
wah wah wah bukan itu saja lhoo tercatat menurut pengakuan teman teman , terdapat tiga penghuni tetapnya ...
di gerbang depan, terdapat kakek kakek selalu pake baju hitam celana kutung, dan memakai ikat kepala wulung, wah wah wah kok persis seperti di daerah jogja solo yah, ikat kepala wulung, memang manjadi ciri khas dari orang orang yang belajar kanuragan .
Nhaaa yang terakhir ini , di kamar pojok no 8, dulu di tinggali oleh mas Arif ( seorang karyawan bank mandiri yang untungnya pinter ngaji - red ) jadi tidak takut, dan tebak hehehe penghuni lamanya adalah genderuwo kuntet, pendek mungkin disebut buto bajang di tempat lain, kulit merah berbulu panjang panjang gigi besar mata besar rambut riap riap kemerahan juga. hehehehe
Yang menjadi kasus lain adalah , konon , bener nih konon, di belakang kampung itu adalah tempat penyembelihan kerbau dan pohon di sebelah nya di tinggali sama kuntilanak hiks waaaa waaaaa
dan karena di kampung yang ujung sekarang ada wanita hamil yang harum baunya bagi mbak kuntilanak ini ( katanya mbak Pon - red ) maka rumah kos kami menjadi jalan persinggahan bagi perjalan mbak kunti ini
Anehnya lagi, mungkin karena mbak kuntilanak ini cantik maka setiap dia berjalan jalan dan melewati rumah kami, dia selalu di temenin sama pocongan, walah walah kombinasi yang klop markotop dah ...
Beberapa teman yang dikaruniai kepekaan seringkali merasakan, terutama malam jumat, puncaknya maram jumat kliwon, dua sejoli mahluk gaib ini sering kali lewat rumah kos kami dan berhenti sejenak hiks
pada saat itulah hawa kuasa gelap berada di tempat kami, dan paling sial hiks, bikin tidur tidak nyenyak hahaha
dasar dua sejoli alam gaib tidak tau apa kalau rata rata kami ini buruh pabrik yang harus bangun jam 5 pagi dan berangkat jam 5.30 untuk mencari nafkah hiks .....
| Category: | Restaurants | | Cuisine: | Seafood | | Location: | Pantai Depok Parangtritis Jogja |
pantai Depok Parangtritis, yang terletak 40 km sebelah selatan Jogjakarta merupakan salah satu pantai dengan fasilitas tempat pelelangan ikan
Sabtu kemaren , saya berkesempatan berwisata kuliner bersama keluarga. Tempatnya sudah bagus, lebih bersih dibandingkan dengan Parangtritis sendiri. Dengan petunjuk jalan, sebelum gardu restribusi Parangtritis, terdapat jalan masuk kekanan, silakan anda ikut jalan tersebut untuk dapat mencapai Pantai Depok.
DI hari Sabtu atau minggu, mulai jam 09.00 sudah tersedia ikan ikan segar dari laut untuk bisa di beli dan di masak. Silakan pilih ikan ikan yang masih segar, kemudian bisa di masakkan di warung makan yang terletak di sekitarnya
Saya rekomendasikan Warung Makan Mbak Harti, no HP 08156865494 karena sejak pantai Depok masih sepi, warung makan ini sudah berdiri dan masakannya masuk dalam katagori enak.
Atau kalau anda tidak mau repot, silakan anda telpon dahulu , dalam perjalanan menuju pantai, minta dipilihkan dan dimasakkan ikan sesuai selera anda, mbak Harti ini pasti dengan senang hati memilihkan dan menawarkan yang terbaik untuk anda.
Tenang saja, ini Jogja, dimana dua katagori utama adalah murah dan enak hehehe ( promosi boleh dong )
Sebagai gambaran damage cost yang saya keluarga untuk makan 7 orang adalah
ikan : udang 1 kg = 23.000 surung 3 kg = 30.000 kepiting 1 kg = 18.000 Tenggiri 3 kg = 35.000 total untuk ikan 106.000
masak dan minuman : kelapa muda 8 teh botol teh manis es jeruk plus biaya masak total 66.000
total untuk makan 172.000 ( 25.000 an per kepala )sangat reasonable untuk makan seenak dan sebanyak itu.
Sedikit catatan untuk keselamatan anda jika berkunjung ke pantai selatan 1. jangan pakai baju hijau - sedikit tahayul, silakan percaya atau tidak he he he 2. jangan sekali kali berpikir apalagi melakukan mandi di pantai karena ombaknya cenderung menggulung dan menyeret.
Salam ..
|